| Letusan Gunung Sourabaya yang berhasil diabadikan oleh satelit NASA (NASA Earth Observatory/Jesse Allen)
Bristol Island - Untuk pertama kalinya setelah 60 tahun, Gunung Sourabayameletus dan mengeluarkan lava pijar. Tak hanya sekali, gunung tersebut erupsi sebanyak dua kali.
Namun tak ada satu orang pun yang melihat kejadian tersebut secara langsung. Mengapa?
Gunung Sourabaya terletak di pulau terpencil tak berpenghuni di Samudra Atlantik bagian selatan. Satu-satunya yang berhasil mengabadikan peristiwa tersebut adalah satelit milik NASA. |
Showing posts with label Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Antariksa. Show all posts
14.5.16
Ini Penampakan Letusan Gunung yang Hanya Dilihat Satelit NASA
8.8.12
Cara Melihat Planet Mars di Google Earth
Melalui Google Earth, Google mengajak Anda untuk "jalan-jalan" ke Mars. Lihat bagaimana caranya di sini.
Pada hari Minggu (5/8/2012) waktu setempat, NASA sukses mendaratkan kendaraan laboratorium seharga 2,5 miliar dolar AS, di Planet Mars.
6.8.12
NASA Berhasil Daratkan Mobil Penjelajah di Mars
"Pendaratan dikonfirmasi," kata anggota pengendali misi di Jet Propulsion Laboratory NASA kemudian seluruh penghuni ruangan bersorak-sorai. "Kami berhasil mendaratkan rover di Mars, terima kasih Tuhan."
2.8.12
'Pelangi Api' di Atas Florida Selatan
"Pelangi api" atau "fire rainbow" bukanlah api ataupun pelangi, tapi pemandangan ini sangat mengagumkan.
Secara teknis, penampakan ini disebut awan pelangi, fenomena yang sangat jarang dan disebabkan oleh awan serta tetesan air yang ukurannya relatif sama, menurut sebuah pernyataan dari NASA. Awan ini kemudian mengubah arah dan membengkokkan cahaya dengan cara serupa sehingga hasilnya adalah gelombang cahaya dan warna.

Awan ini kemudian menjadi mirip dengan pelangi sebenarnya, yang juga terbentuk oleh difraksi atau pengubahan arah cahaya, dan menghasilkan pola warna yang berganti-ganti dari biru, hijau, merah, ungu, dan kembali ke biru lagi.
Secara teknis, penampakan ini disebut awan pelangi, fenomena yang sangat jarang dan disebabkan oleh awan serta tetesan air yang ukurannya relatif sama, menurut sebuah pernyataan dari NASA. Awan ini kemudian mengubah arah dan membengkokkan cahaya dengan cara serupa sehingga hasilnya adalah gelombang cahaya dan warna.
Awan ini kemudian menjadi mirip dengan pelangi sebenarnya, yang juga terbentuk oleh difraksi atau pengubahan arah cahaya, dan menghasilkan pola warna yang berganti-ganti dari biru, hijau, merah, ungu, dan kembali ke biru lagi.
31.7.12
Geotail: 20 Years of Science and Still Going Strong
Twenty years later, Geotail's instruments continue to function, sending back crucial information about how aurora form, how energy from the sun funnels through near-Earth space, and the ways in which magnetic field lines move and rebound creating explosive bursts that rearrange the very shape of our magnetic environment.
30.7.12
Kapal Kargo Rusia Berlabuh ke Stasiun Luar Angkasa
18.7.12
Sistem Kerja Satelit Gravitasi dan Cuaca Bumi
Satelit adalah suatu obyek yang bergerak di sekitar objek yang lebih besar. Bumi adalah satelit karena bergerak mengelilingi matahari sebagai objek yang lebih besar. Bulan adalah satelit karena bergerak di sekitar Bumi. Bumi dan bulan disebut "alam" satelit.
Satelit buatan manusia bergerak mengelilingi bumi untuk berbagai misi tertentu. Salah satu misi satelit dibuat untuk memahami besar kecilnya gravitasi bumi dan untuk penelitian tentang perubahan iklim.
15.7.12
Penemuan Galaksi 'Hantu'
Teleskop luar angkasa Hubble baru saja menemukan tiga galaksi yang saking tua dan samarnya diberi julukan 'Galaksi Hantu'. Tiga galaksi ini diperkirakan akan sangat membantu para antariksawan untuk menjelaskan misteri kosmos yang berusia 13 miliar tahun. Galaksi-galaksi ini termasuk yang terkecil dan nyaris tak terlihat dan paling dekat dengan Bima Sakti.
14.7.12
Badai Matahari Akan Pengaruhi Sinyal Radio
Akhir pekan ini akan diwarnai dengan badai
matahari. Seperti dilansir BBC, Sabtu (14/7), sejumlah ilmuwan
mengatakan bahwa saat ini permukaan matahari sedang meletus. Peletusan
yang diklasifikan ke dalam jenis X1.4 ini, menimbulkan adanya badai
matahari yang berdampak pada bumi.
Kendati demikian, badai ini tidak akan berdampak besar. Ahli Fisika dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian, John Raymond mengatakan badai matahari ini akan mempengaruhi sinyal ponsel dan radio. Untuk sinyal ponsel, dampak gangguannya tidak terlalu besar, sedangkan untuk radio, dampaknya akan sangat besar.
"Coba Anda bayangkan, benda sebesar gunung meledak dengan kecepatan satu juta mil per jam, Itulah badai matahari yang bisa mempengaruhi bumi," ujar Raymond.
Raymond pun menambahkan, badai matahari dengan kekuatan 20 kali lipat lebih besar dari yang sekarang akan segera menghantam bumi. Diperkirakan, badai ini akan mempengaruhi jaringan listrik di beberapa wilayah dunia.
Maret lalu, badai matahari juga terjadi. Namun, dampak yang diperkirakan akan muncul, seperti gangguan sinyal penerbangan, sistem gps, dan aliran listrik tidak terjadi.
Badai ini pertama kali dirasakan pada sekitar tahun 1800-an. Saat itu, operator telegraf tiba-tiba dapat mengirim pesan tanpa menggunakan batera
Kendati demikian, badai ini tidak akan berdampak besar. Ahli Fisika dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian, John Raymond mengatakan badai matahari ini akan mempengaruhi sinyal ponsel dan radio. Untuk sinyal ponsel, dampak gangguannya tidak terlalu besar, sedangkan untuk radio, dampaknya akan sangat besar.
"Coba Anda bayangkan, benda sebesar gunung meledak dengan kecepatan satu juta mil per jam, Itulah badai matahari yang bisa mempengaruhi bumi," ujar Raymond.
Raymond pun menambahkan, badai matahari dengan kekuatan 20 kali lipat lebih besar dari yang sekarang akan segera menghantam bumi. Diperkirakan, badai ini akan mempengaruhi jaringan listrik di beberapa wilayah dunia.
Maret lalu, badai matahari juga terjadi. Namun, dampak yang diperkirakan akan muncul, seperti gangguan sinyal penerbangan, sistem gps, dan aliran listrik tidak terjadi.
Badai ini pertama kali dirasakan pada sekitar tahun 1800-an. Saat itu, operator telegraf tiba-tiba dapat mengirim pesan tanpa menggunakan batera
Ilmuwan Temukan Bulan Baru di Planet Pluto
![]() |
| photo:Google |
Diwartakan Live Science, Jumat (13/7/2012), dengan adanya penemuan ini, maka Pluto memiliki total lima satelit. Penemuan ini dicapai sekira satu tahun setelah Hubble menemukan satelit keempat Pluto yang diberi nama P4.
Satelit lain dari Pluto adalah Charon, Nix, Hydra dan P4. Sejauh ini, yang terbesar adalah Charon dengan diameter sekira 1.043 kilometer. Nix dan hydra memiliki diameter sekira 32 sampai 113 kilometer, sementara itu P4 diperkirakan memiliki diameter 13 sampai 34 kilometer.
Satelit yang baru ditemukan ini cenderung mirip P4 ketimbang Charon. "Ukurannya lebih kecil ketimbang P4," ujar Alan Stern dari Southwest Research Institute.
Stern adalah peneliti utama di pesawat luar angkasa New Horizon milik NASA. Pesawat luar angkasa ini dijadwalkan terbang ke Pluto pada 2015 dan menjadi misi pertama yang mengunjungi planet kurcaci ini.
"Kami menemukan lebih banyak dan banyak lagi, sehingga kekhawatiran kami tentang bahaya yang akan dihadapi semakin bertambah," imbuhnya
Subscribe to:
Posts (Atom)

