
Dilihat dari Penampilan tampak biasa saja, sama seperti teman -teman pada umumnya.
Merokok bareng, ngopi sambil cerita tentang apa saja yang perlu dibahas. Sebenarnya saya idak mengenal kehidupan begitu dekat karna saya dengan Rizal hanya sebatas teman Kerja saja.
Rizal" orangnya dalam berteman sangat Welcome dan sederhana, tapi selektif dalam berkawan.
Saat itu kebetulan jam istrahat makan malam, seperti biasa setelah habis makan, kami bergegas ke
"areal smoking" ya merokok-la maksudnya.
Perbincangan -pun dimulai, bahas Facebook dan cerita tentang kisah hidup buruh yang gitu - gitu aja.
Saya memang selalu berusaha bagaimana caranya agar lawan bicara saya senang ngobrol denganku. Hingga tak terasa sudah satu jam kami ngobrol.
Tiba-tiba bel berbunyi" artinya waktu Istrahat telah selesai.
Namun sebelum kami masuk, adalah Namanya fazrin lewat di depan kami.
Rizal pun memanggilnya"" fazrin!! pinjam duit-mu la 50 rb besok aku gantikata Rizal.
Ntarla... didalam aja ya Bang nyahut Fazrin.