Showing posts with label Rohingya. Show all posts
Showing posts with label Rohingya. Show all posts
3.9.12
14.8.12
JK: Persoalan Rohingya tak Sebesar Ambon
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menilai persoalan Rohingya
di Myanmar tak sebesar yang pernah terjadi di Ambon dari perbandingan
skala akibat-akibatnya. Untuk itu, pihaknya berharap, penyelesaiannya
diharapkan lebih mudah.
"Tentu kita tak ingin seorang pun meninggal, tapi dari jumlah korban meninggal di Rakhine 80 orang dibanding waktu di Ambon yang sampai 5.000 orang. Di Ambon semua orang bersenjata, di sana tidak," kata Jusuf Kala kepada berbagai organisasi Islam dan kemanusiaan di Jakarta, Selasa (14/8), saat menjelaskan hasil kunjungannya ke Rakhine, Myanmar, pekan lalu.
"Tentu kita tak ingin seorang pun meninggal, tapi dari jumlah korban meninggal di Rakhine 80 orang dibanding waktu di Ambon yang sampai 5.000 orang. Di Ambon semua orang bersenjata, di sana tidak," kata Jusuf Kala kepada berbagai organisasi Islam dan kemanusiaan di Jakarta, Selasa (14/8), saat menjelaskan hasil kunjungannya ke Rakhine, Myanmar, pekan lalu.
13.8.12
Setelah Larangan Banglades, Kondisi Rohingya Kian Memprihatinkan
Relawan Kemanusian Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Andhika Purbo Swasono yang berada di Bazar Cox mengatakan beberapa kelompok relawan bersama Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Bangladesh. Mereka sudah berkordinasi dan meminta secara langsung kepada aparatur setempat untuk membantu upaya perbantuan, bagi 80 ribu pengungsi Rohingya.
4.8.12
Menag Minta Isu Rohingya tak Ganggu Umat Islam-Buddha
Penegasan ini diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali, Sabtu malam (4/8).
''Kejadian yang menimpa umat Islam etnis Rohingya di Myanmar telah banyak makan korban, tapi hendaknya hal itu tidak membangkitkan kebencian antara umat Buddha dan Islam,'' kata Suryadharma Ali yang disampaikan di luar teks pidatonya saat acara penandatanganan prasasti peningkatan status vihara Ekayana menjadi vihara Ekayana Arama Indonesia Buddhist Center di Jakarta.
2.8.12
Wapres Myanmar Berkomentar Mengenai Pembantaian Rohingya
Foto : Wapres Myanmar Sai Mauk Kham (Irrawaddy)
NAYPYIDAW - Wakil Presiden Myanmar Sai Mauk
Kham mengatakan, kekerasan di wilayah Arakan, terjadi karena adanya
ketegangan etnis dan religi. Menurutnya, saat ini Myanmar membutuhkan
solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah itu.
1.8.12
Junta Militer Inginkan Myanmar Tanpa Penduduk Muslim
Menurut Musa, Suu Kyi bersama pemerintah Junta Militer Myanmar menginginkan negara Myanmar baru tanpa penduduk Muslim. "Suu Kyi yang telah memenangkan beberapa kursi di parlemen seharusnya bertindak atas kekerasan ini. Sepertinya, pemerintah Myanmar menginginkan tidak adanya penduduk Muslim di negaranya," katanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)